Untuk Mama

Betapa mata ini tak sanggup membendung buliran-buliran air mata…

Dan…, kata indah tak mampu melukiskan…, betapa besar pengorbanan dan kasih sayangnya

Dialah “mama” , yang telah mempertaruhkan nyawanya demi memberi ruang hidup bagi buah hatinya untuk menghirup hawa dunia.

Curahan dan kasih sayangnya terus mengalir seluas air samudera yang tak pernah surut airnya.

Terkadang hanya mampu menghela nafas saat aku berbuat nakal tak turuti nasehatnya

Tak pernah sekalipun melontarkan kata-kata pedas

Tatapan matanya begitu teduh menyejukkan dunia



Dialah “mama”, yang dengan setia menanti tawa riang buah hatinya

Selalu berpeluh air mata, tatkala aku terbaring lemah tanpa daya, menahan dengan gundah gulana dan menunggu keajaiban dari Tuhan

Menghidupkan sepertiga malam dengan menggelar sajadah, menengadah khusuk berdoa agar bisa kembali menikmati senyuman buah hati tercinta

Cuma senyuman buah hatinya yang mampu memberi semangat bagi hidupnya

Senyuman buah hatinya yang mampu memberikan kekuatan untuk menerjang dahsyatnya badai kehidupan

Cinta mama tak lekang dimakan zaman…

Cinta yang akan terus terbawa hingga suatu saat ruh terpisah dari raga

Cinta yang begitu terang seterang matahari

Masih kuingat kata-kata mama saat aku lemah tanpa daya

“berjuanglah, berjuanglah terus mentari kecilku”

“tersenyumlah mentariku”

Bahkan saat tubuhku menjelma senja yang matang….

Lalu aku serupa batu diam…, mataku surut, detakdetak menipis…

Air mata di kelopak mama jatuh , bermuara di jantungku…

Kemudian mama larut tenggelam dalam kepurbaan yang bernama…

“doa”

Hingga semangat yang mama berikan mampu mengembalikan sisa hidupku

Mama…., engkaulah bundaku

Hanya engkau penerang jiwaku

Doa mama adalah semangat bagi hidupku

Sedih mama adalah siksaan terberatku

Senyuman mama adalah anugerah terindah yang akan selalu menghiasi taman hatiku

Jika Tuhan mendahulukan nyawamu sebelum nyawaku…, tetaplah berdoa untukku mama..

Karena doamu akan mempermudah jalanku

Tapi…., jika Tuhan mendahulukan nyawamu sebelum nyawaku…, maka aku akan mendoakan mama di setiap detik hidupku

Agar bau surga menerangi setiap sudut kuburmu…, karena hanya doa anak yang soleh yang akan menjadi penolongmu

Mama…, disetiap goresan penaku tak akan pernah mampu menghapus setiap tetes keringat yang engkau keluarkan demi aku

Puisi terindah tak akan pernah mampu membayar jeritmu saat engkau melahirkan aku

Mama…., terkadang aku ingin bermukin kembali di rahimu

Merebah di sana…., ranjang dari sekat-sekat doa yang tulus

Rumah yang bijak dari segala kesunyian

Engkaulah mama…,

cuma engkau yang aku punya, wanita tegar…setegar batu karang

Tak tergoyahkan meskipun ribuan kali gelombang datang menghempasnya

Engkaulah mama…,

wonder woman bagiku…, karena tak ada wanita yang sekuat “seorang mama”, yang rela bersusah payah banting tulang demi buah hatinya

Mama…, disetiap buliran air mata doamu akan menjadi embun surga bagiku

Peluhmu adalah penyejuk hidupku

Kata-kata lembutmu adalah nyanyian bidadari bagiku

Nasehat dan petuturmu adalah penuntun setiap langkahku

Oh mama…! Engkaulah bundaku

Tak mampu lagi kulukis betapa besar jasa-jasamu padaku

Ingin sekali kubasuh kakimu dan bersujud padamu,

jika teringat betapa besar dosa-dosaku padamu

Ampuni aku mama, jika selama ini sudah bandel tak turuti nasehatmu

Aku berharap ada cahaya surga di telapak kaki mama buatku

Hanya satu keinginanku mama….

ingin sekali aku memuliakanmu di sepanjang hidupku